Select Hospital/Clinic
Denpasar Polyclinic Admission
  (0361) 3003030 (0361) 3004141
Fisioterapi

Kasih Ibu Hospital Denpasar kini melayani Fisioterapi

Senam Hamil

RS Kasih Ibu Denpasar menyelenggarakan program senam hamil.

Hemodialysis

Fasilitas Hemodialisa sudah tersedia di Kasih Ibu General Hospital Denpasar

CT Scan 16 Slices

Upgrade fasilitas CT Scan dari Single Slice menjadi 16 Slices


Hospitals & Clinic

Kasih Ibu Hospital Kedonganan.....

Kasih Ibu Hospital Tabanan.....





Subscribe to
Kasih Ibu Hospital Newsletters

 

Gejala dan Risiko Penyakit Bisa Diintip Lewat Warna Mata


Photo Resource : thinkstock.

Mata bukan sekadar "jendela jiwa", tetapi warna mata juga bisa mengindikasikan gangguan penyakit tertentu yang sedang dialami.

"Gejala dan Risiko Penyakit Bisa Diintip Lewat Warna Mata" 

Berikut beberapa kondisi kesehatan yang juga menyebabkan perubahan warna mata.

1. Mata berwarna gelap berpotensi mengalami katarak
Kabut yang tampak pada pupil mata merupakan tanda umum dari katarak, penglihatan yang seolah tampak berawan akibat penuaan.

Orang yang memiliki mata berwarna gelap ternyata memiliki risiko lebih besar terkena kondisi ini. Sebuah studi pada tahun 2000 yang dipublikasikan dalam American Journal of Ophtalmology menemukan bahwa orang bermata gelap memiliki 1,5 hingga 2,5 risiko lebih tinggi terkena katarak.

Melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet adalah salah satu langkah penting untuk mencegah katarak, tetapi para peneliti merekomendasikan orang bermata gelap untuk berhati-hati.

2. Vitiligo jarang terjadi pada orang bermata biru
Vitiligo atau penyakit autoimun yang menyebabkan hilangnya warna kulit menjadi bercak, ternyata jarang terjadi pada orang bermata biru. Para peneliti juga menemukan bahwa variasi dalam dua gen tertentu, TYR dan OCA2, yang berperan dalam warna mata biru, menurunkan risiko vitiligo.

3. Melanoma lebih umum terjadi pada orang bermata biru
"Dari sudut pandang genetika, melanoma dan vitiligo tampak seperti berseberangan," ujar Spritz, "Variasi yang sama kami lihat sebagai pelindung untuk vitiligo ternyata meningkatkan risiko melanoma."

Satu teori mengapa hal itu terjadi yakni vitiligo adalah penyakit autoimun, itu berarti respon sistem kekebalan tubuh alami menyerang tubuh sendiri. Respon berlebihan seperti itu dapat menunjukkan mengapa orang bermata cokelat lebih berpotensi terkena vitiligo, serta mampu melawan melanoma.

Sprintz menambahkan, kaitan lebih tepatnya masih belum diketahui, tetapi gen yang melindungi tubuh terhadap vitiligo, melindungi terhadap melanoma, dan yang hanya menentukan jumlah dan jenis pigmen Anda semuanya tampaknya terjalin.

4. Orang bermata gelap lebih sensitif terhadap alkohol
Jika mata Anda berwarna hitam atau cokelat, mungkin Anda meminum alkohol lebih sedikit daripada rekan Anda yang bermata hijau atau biru. Karena lebih sensitif pada alkohol, maka orang bermata gelap minum lebih sedikit.

Berdasarkan penelitian pada tahun 2001 dalam Personal and Individual Differences, para peneliti menemukan bahwa penggunaan alkohol lebih tinggi pada wanita bermata terang.  Penyalahgunaan alkohol juga banyak dijumpai pada para narapidana bermata terang.

5. Wanita bermata berwarna terang lebih tahan sakit
Menurut sebuah penelitian, wanita dengan mata warna terang memiliki toleransi lebih tinggi terhadap rasa sakit dan rasa tidak nyaman.

Sebuah kelompok kecil wanita dipelajari sebelum dan sesudah melahirkan, dan mereka yang memiliki warna mata lebih gelap menunjukkan lebih banyak kecemasan dan gangguan tidur dalam menanggapi rasa sakit dari pengalamannya.

6. Orang bermata warna terang cenderung mengalami degenerasi makula terkait usia
Salah satu penyebab utama hilangnya penglihatan setelah usia 50 tahun yakni degenerasi makula terkait usia atau AMD, yang membahayakan bagian kecil pada mata di dekat tengah retina yang menajamkan pandangan.

Gangguan AMD bermula dari pandangan yang kabur dan berkembang hingga menjadi benar-benar kosong. Selain kebiasaan merokok dan faktor keturunan, orang yang memiliki warna mata terang juga meningkatkan risiko AMD, kemungkinan sekitar dua kali lipat.

7. Perubahan warna mata bisa jadi tanda ada gangguan
Bila Anda menemukan rona kemerahan di bagian putih bola mata, mungkin Anda memiliki alergi yang belum terdiagnosis. Bila berubah menjadi kuning, mungkin Anda memiliki masalah pada hati.

Bishop menerangkan, jika salah satu mata berubah warna, hal itu bisa menandakan penyakit turunan seperti neurofibromatosis, yang menyebabkan tumor jaringan saraf atau sindrom Waardenburg, yang biasanya menyebabkan tuli dan kulit pucat, atau bahkan bisa menjadi tanda melanoma iris.

Apabila mata Anda selama ini memiliki dua warna berbeda, mungkin tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Ada perbedaan tipis pada pola pigmentasi tiap mata selama masa perkembangannya.

(Dikutip dari Kompas.com. Kamis, 30 April 2015)

 
Other Article
July 27, 2015 : Terapi Pola Hidup Sehat Healthy Lifestyle pada Diabetes Mellitus Tipe 2 Diet dan Aktivitas Fisik
July 23, 2015 : Berhubungan Intim Saat Hamil Muda, Tidak Berbahaya
July 23, 2015 : Penanganan Nyeri Pinggang
July 14, 2015 : Tetap Tenang Jika ANAK KEJANG DEMAM
May 08, 2015 : Telapak Tangan Berkeringat Tanda Penyakit Jantung?
   

Find Doctor
Specialist

Feedback
Name
Email Address
Comments
See All Feedback

 


Kasih Ibu Hospital
Home
News
Event
Article
Contact Us
Career
Facilities
Diagnostic Support Unit
ICU & ICCU
Radiology
International Division
Medical Checkup
Polyclinic
Emergency 24 Hour
FLOW OUTPATIENT
HOSPITAL PATIENT FLOW
Statistic
Visitor Today: 199
Total Visitors : 194189
Hits Today : 603
Total Hits : 911149
Online Visitors: 2
Contact Us
Denpasar
Jl. Teuku Umar 120 Denpasar Bali, Indonesia 80114
(0361) 3003030
-
-
Email : care@kasihibuhospital.com
Corporate Inquiry : ccr@kasihibuhospital.com

Copyright © 2009 - 2013 Kasih Ibu Hospital - Patient Safety and Service Excellence Is Our Priority  
Follow us on