Select Hospital/Clinic
Denpasar Polyclinic Admission
  (0361) 3003030 (0361) 3004141
Fisioterapi

Kasih Ibu Hospital Denpasar kini melayani Fisioterapi

Senam Hamil

RS Kasih Ibu Denpasar menyelenggarakan program senam hamil.

Hemodialysis

Fasilitas Hemodialisa sudah tersedia di Kasih Ibu General Hospital Denpasar

CT Scan 16 Slices

Upgrade fasilitas CT Scan dari Single Slice menjadi 16 Slices


Hospitals & Clinic

Kasih Ibu Hospital Kedonganan.....

Kasih Ibu Hospital Tabanan.....





Subscribe to
Kasih Ibu Hospital Newsletters

 

PERLUKAH VAKSINASI PADA ORANG DEWASA


Photo Resource : thinkstock.

PERLUKAH VAKSINASI  PADA  ORANG  DEWASA

Banyak orang  mempunyai pikiran  bahwa vaksin hanya diberikan saat anak - anak namun  kenyataannya  bukanlah  demikian. Vaksinasi  yang  telah  didapatkan  saat  usia anak - anak  dapat  mencegah  penyakit  untuk  jangka  waktu  tertentu  dan  antibodi (daya tahan tubuh) yang terbentuk tidak cukup kuat  untuk  mencegah  penyakit  yang timbul saat usia dewasa.  Semakin dewasa orang tersebut maka  akan diiringi dengan  kadar antibodi terhadap kuman tertentu akan  semakin  menurun sehingga vaksinasi sangat penting diberikan  pada  usia  dewasa. Mengingat akan pentingnya vaksinasi pada dewasa maka disini akan dijelaskan beberapa vaksin yang telah direkomendasikan oleh para ahli.

"PERLUKAH VAKSINASI  PADA  ORANG  DEWASA "

Badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan  vaksinasi  pada  orang  dewasa yang dapat  dimulai  sejak  usia 19 tahun. Kemudian  vaksinasi apa  saja yang dapat diberikan pada usia dewasa ?. Rekomendasi  vaksinasi  ini disusun  berdasarkan  data kejadian penyakit yang sering  terjadi di Indonesia. Dari berbagai vaksin yang telah tersedia  saat ini, maka terdapat vaksin yang sering diberikan yaitu : vaksin hepatitis A, hepatitis B, Difteri, Pertusis, Tetanus  (DPT), influenza, meningokokus, pneumokokus dan demam tipoid. Pemilihan vaksinasi tergantung dari berbagai faktor seperti : usia, jenis kelamin, riwayat vaksin yang pernah didapat, faktor komorbitas (penyakit yang pernah dialami) dan  faktor lainnya. Vaksinasi yang diberikan pada orang dewasa  di Indonesia direkomendasikan  berdasarkan  prosedur vaksinasi yang telah ditetapkan dari  Perkumpulan Dokter Ahli Penyakit  Dalam  Indonesia (PAPDI). Berikut ini adalah beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan  pemberiannya  pada orang dewasa. Pada usia  19 s/d 26  tahun  diberikan vaksin  influenza  setiap  setahun  satu kali, vaksin difteri, DPT diberikan bagi yang belum pernah mendapatkannya. Vaksin ini diberikan juga pada wanita hamil walaupun sebelumnya sudah pernah mendapatkan vaksin  DPT. Vaksin cacar air (variclela) diberikan  bila seseorang  belum pernah mendapatkan vaksin varicella atau  belum pernah terinfeksi virus varisela  serta  vaksin  Human  Papilloma  Virus  (HPV), vaksin  untuk virus campak, gondongan dan  campak  Jerman (Measless, Mumps, Rubella) serta  vaksin untuk pencegahan infeksi tipoid.  Pada usia 27 s/d 59 tahun direkomendasikan pemberian vaksin  DPT, MMR, influenza  dan tipoid  mengingat kejadian yang tinggi pada usia tersebut. Usia 60 s/d 64 tahun direkomendasikan pemberian vaksin  influenza, DPT,  tipoid dan herpes  zoster.  Sedangkan usia diatas 65 tahun diberikan  DPT, tipoid, influenza, meningokokus dan pneumokokus.

Vaksin influenza diberikan untuk mencegah infeksi virus influenza yang dapat menyebabkan penyakit  yang  fatal  terutama  pada mereka yang mempunyai daya tahan tubuh yang  tidak  baik  seperti  pada  lanjut usia, diabetes, keganasan, gangguan penyakit kronis dan gangguan kekebalan tubuh, orang yang dekat dengan  seseorang  dengan  gangguan  penyakit  kronis,  petugas kesehatan,  orang yang tinggal di panti dan wanita hamil. Pandemi influenza juga sangat  berbahaya dan dapat menimbulkan risiko  fatal seperti kematian  pada pasien.

Dipteri, Tetanus dan  Pertusis (DPT) dapat  menyerang  anak - anak ataupun orang dewasa. Kuman  dipteri, tetanus dan  pertusis dapat  dengan mudah menyerang orang dewasa yang  mempunyai  kadar antibodi  terhadap kuman  DPT yang rendah.  Kuman  difteri merupakan bakteri yang dapat menimbulkan  gangguan pernapasan sehingga dapat menimbulkan gangguan sistem pernafasan. Pertusis adalah batuk  rejan atau  batuk seratus hari yang disebabkan bakteri pertusis. Infeksi tetanus akan  menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kejang otot, terutama  pada otot  rahang dan otot rangka sehingga menyebabkan kekakuan menyeluruh pada anggota gerak.Vaksin ini dapat diberikan pada seseorang yang belum pernah mendapatkan vaksin ini atau yang tidak mempunyai riwayat vaksinasi yang jelas. Dosis penguat (booster) dapat diberikan setiap  sepuluh  tahun  sekali.  Badan kesehatan dunia juga  merekomendasikan  penggunaan vaksin Tdap  bagi wanita hamil tanpa melihat status vaksinasi  sebelumnya.Vaksinasi secara  lengkap dapat diberikan dalam tiga dosis yang disebut dosis seri primer. Dua dosis pertama diberikan dengan jarak empat  minggu. Dosis ketiga diberikan enam sampai dua belas bulan setelah dosis kedua. Namun, jika seseorang sama sekali belum pernah mendapat vaksinasi ini  saat anak - anak,  maka setelah dosis seri primer diperlukan dosis penguat setiap sepuluh tahun.

Virus  cacar air (varicella)  lebih sering  terjadi pada anak - anak  dibandingkan orang dewasa. Orang dewasa yang terinfeksi virus ini dapat menimbulkan gejala yang lebih berat. Varicelladapat dengan  mudah dikenali dari adanya benjolan kemerahan pada kulit dan rasa gatal. Penyakit ini menular dan dapat menimbulkan  komplikasi seperti infeksi bakteri pada kulit, infeksi pada pembuluh darah, radang  paru - paru (pneumonia)  serta radang otak (encephalitis). Vaksinasi  direkomendasikan pada seseorang  yang belum pernah mendapatkan vaksin varisela dan atau yang tidak mempunyai riwayat terinfeksi virus  varicella atau virus herpes zoster.Bila terdapat riwayat gangguan  kesehatan  seperti alergi obat tertentu tidak direkomendasikan untuk menerima vaksin ini atau sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter. Vaksinasi varicella diberikan dalam  dua  dosis vaksin. Dosis kedua  bisa  diberikan  empat hingga delapan  minggu setelah dosis pertama.

Vaksin  Mumps,Measles,Rubella(MMR) ditujukan untuk melindungi seseorang dari infeksi virus tersebut. Vaksin MMR adalah gabungantiga jenis virus yang dilemahkan, yang disuntikkan untuk imunisasi melawan campak (measles), gondongan (mumps) dan rubella (german measles). Vaksin MMR umumnya diberikan kepada anak usia 1 tahun dengan booster diberikan sebelum memasuki usia sekolah (4-5 tahun). indikasi pemberian lainnya adalah pada orang dewasa yang  belum mendapatkan vaksin ini kecuali wanita hamil. Penyakit gondongandisebabkan infeksi virus mumps yang menyerang kelenjar air liur di mulut. Semakin dewasausia penderita yang terinfeksi virus mumpsmaka gejala yang dirasakan akan semakin hebat. Kebanyakan orang menderita penyakit mumps hanya sekali seumur hidup.Pencegahan mumps paling efektif adalah dengan imunisasi bersamaan dengan campak dan rubella sebanyak 2 kali dengan selang penyuntikan 1-2 bulan.Penyakit measles (campak) disebabkan infeksi virus campak. Gejala penyakit ini berupademam, serta hidung dan mata berair. Timbul ruam kulit berupa bercak merah pada kulit muka, leher, dan selaput lendir mulut.Imunisasi campak biasanya diberikan saat bayi berumur 9 bulan. Campak juga dapat dicegah dengan pemberian imunisasi sebagai bagian vaksinasi MMR. Setelah melewatimasa anak-anak, imunisasi campak dapat dilanjutkan walaupunusiatelah menginjak dewasadan pemberiannya bersamaan dengan vaksin mumpsdan rubella. Vaksinasiini juga diberikan sebanyak 2 kali dengan selang penyuntikan 1-2 bulan. Wanita  usia subur  sebaiknya mendapat 2 dosis vaksinasi  MMRyang diberikanpaling lambat3 bulan sebelum kehamilan. Vaksinasi ini dapatmencegah kecacatan dan kematian bayi. Setelah imunisasi MMR, dianjurkan menunda kehamilan selama 3 bulan.

Vaksin  pneumonokokos  ditujukan  untuk mencegah infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menimbulkan komplikasi berat seperti pneumonia, meningitis dan sepsis. Vaksin  pneumokokus ini juga menjadi andalan untuk mencegah infeksi pneumonia (Invasive Pneumococcal Diseases) yang sangat berbahaya bagi manusia. Seseorang yang mempunyai gangguan daya tahan tubuh sering mengalami infeksi seperti ini sehingga vaksin ini sangat dianjurkan pada pasien dengan usia lanjut, diabetes melitus, HIV, riwayat sering menggunakan alkohol, gangguan jantung dan penyakit kronis lainnya.

Vaksin  meningokokus  diberikan untuk mencegah infeksi akibat bakteri meningokokus yang dapat menyebabkan infeksi meningitis (radang otak). Infeksi meningitis sering  disebabkan Karena bakteri Neisseria Meningitidis. Meningitis merupakan pembengkakan yang menyakitkan dari lapisan luar otak dan sumsum  tulang belakang. Gejala umum meningitis antara lain demam tinggi, leher kaku, sakit kepala, mual - muntah, nyeri karena melihat cahaya terang, kesadaran menurun dan kelelahan. Vaksin meningokokus tersebut dapat melindungi remaja dan dewasa muda terhadap empat strain berbeda dari bakteri Neisseria meningitidis. Indikasi  vaksin  ini  adalah diberikan kepada pasien dengan gangguan daya tahan tubuh seperti usia lanjut dan diabetes mellitus (kencing manis).

Virus hepatitis A menular secara  fekooral  yaitu melalui tinja penderita hepatitis yang mengandung virus dan kemudian dapat menularkan melalui makanan yang terkontaminasi virus tersebut. Virus ini dapat menyerang hati dan menimbulkan gejala infeksi hepatitis akut. Vaksin ini dapat  diberikan kepada pasien dengan penderita  penyakit hati kronis, seseorang yang akan berpergian ke daerah endemik terhadap virus hepatitis A  dan Indonesia termasuk daerah endemis virus hepatitis A. Vaksin  hepatitis  dibuat  dari virus  yang  dimatikan  dan  dapat diberikan pada usia mulai dari 2 tahun.  Imunisasi  hepatitis A dilakukan  dua  kali,  yaitu vaksinasi  dasar  dan  booster yang dilakukan 6 - 12 bulan kemudian.

Virus hepatitis B juga merupakan virus yang menginfeksi hati dan dapat menimbulkan infeksi  kronis dalam jangka waktu  yang lama. Virus  hepatitis B ini bahkan dapat menimbulkan kanker hati. Penularan virus hepatitis B  ini  dapat  melalui penularan  secara vertikal misalnya dari ibu yang mengandung dan terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan ke bayinya danpenularan secara horizontal seperti kontak  seksual,  cairan semen (sperma), cairan vagina dan kontak  darah  dengan  seseorang yang menderita virus ini. Vaksin ini sangat diutamakan pada  seseorang yang melakukan kontak seksual dengan berganti - ganti pasangan, pasangan  yang telah terinfeksi virus hepatitis B, petugas kesehatan, pasien dengan gagal ginjal yang mengalami hemodialisis rutin, pasien HIV dan penyakit hati kronis. Vaksinasi hepatitis B pada usia dewasa diberikan sebanyak tiga kali dosis yaitu pada bulan ke-0,1 dan 6. Dosis pertama dan kedua diberikan untuk membentuk antibodi dan dosis ketiga diberikan untuk mencapai  kadar antibodi anti-Hbs yang tinggi.

Vaksin tipoid  direkomendasikan di Indonesia mengingat kejadian penyakit infeksi demam tipoid yang  sangat tinggi. Penyakit  demam tipoid  disebabkan  oleh kuman Salmonella typhi dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi organ tubuh lainnya seperti hati dan otak, bahkan  kuman ini dapat menimbulkan kematian. Pasien  yang terinfeksi kuman ini akan mengalami demam tinggi (> 40ºC), menggigil, sakit kepala, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan. Gejala lain yang juga sering timbul adalah gangguan pencernaan, seperti sakit perut  dan  diare. Vaksin  tipoid  dapat  diberikan  pada  semua orang  dewasa,  khususnya  jika Anda sering bepergian  ke daerah endemis tifoid. Vaksinasi  diberikan  satu  dosis  vaksin untuk  demam tifoid yang dapat bertahan selama 3 tahun. Menjaga kebersihan  peralatan untuk makan dan petugas yang memasak  atau  menyajikan  makanan  harus menjamin  kebersihan  tangannya. Berbagai  vaksin  yang  disebutkan  diatas  sudah banyak  tersedia di tempat pelayanan  kesehatan yang ada di masyarakat. Artikel ini mempunyai tujuan  untuk memberikan informasi kepada  masyarakat agar mempunyai pemikiran bahwa sangat penting  bagi kita untuk melakukan  pencegahan sebelum terjadinya penyakit sehingga komplikasi yang lebih berat dan fatal akan dapat dihindari.

 
Other KIH News
November 28, 2016 : RSU Kasih Ibu Kenalkan Poli Infertilitas dan Inseminasi Melalui Seminar Medis
April 30, 2016 : Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) Hanya Ada di RS Kasih Ibu Denpasar
January 30, 2015 : RSU Kasih Ibu Denpasar Miliki Alat Medis IONM
August 28, 2014 : Operasi Implan Kini Bisa di RSU Kasih Ibu Denpasar
August 26, 2014 : ESWL Menghancurkan Batu Ginjal dari Luar Tubuh
   

Find Doctor
Specialist

Feedback
Name
Email Address
Comments
See All Feedback

 


Kasih Ibu Hospital
Home
News
Event
Article
Contact Us
Career
Facilities
Diagnostic Support Unit
ICU & ICCU
Radiology
International Division
Medical Checkup
Polyclinic
Emergency 24 Hour
FLOW OUTPATIENT
HOSPITAL PATIENT FLOW
Statistic
Visitor Today: 101
Total Visitors : 182094
Hits Today : 393
Total Hits : 866236
Online Visitors: 1
Contact Us
Denpasar
Jl. Teuku Umar 120 Denpasar Bali, Indonesia 80114
(0361) 3003030
-
-
Email : care@kasihibuhospital.com
Corporate Inquiry : ccr@kasihibuhospital.com

Copyright © 2009 - 2013 Kasih Ibu Hospital - Patient Safety and Service Excellence Is Our Priority  
Follow us on