Select Hospital/Clinic
Denpasar Polyclinic Admission
  (0361) 3003030 (0361) 3004141
Fisioterapi

Kasih Ibu Hospital Denpasar kini melayani Fisioterapi

Senam Hamil

RS Kasih Ibu Denpasar menyelenggarakan program senam hamil.

Hemodialysis

Fasilitas Hemodialisa sudah tersedia di Kasih Ibu General Hospital Denpasar

CT Scan 16 Slices

Upgrade fasilitas CT Scan dari Single Slice menjadi 16 Slices


Hospitals & Clinic

Kasih Ibu Hospital Kedonganan.....

Kasih Ibu Hospital Tabanan.....





Subscribe to
Kasih Ibu Hospital Newsletters

 

Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT) untuk Sindrom Nyeri Kronis


Photo Resource : thinkstock.

Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT )

untuk Sindrom Nyeri Kronis

Cok Dalem Kurniawan

Nyeri adalah perasaan sensoris dan emosional yang tidak nyaman dan terasa jika ujung saraf tertentu terstimulasi. Rasa nyeri bersifat subjektif, yang terdiri dari sensasi fisiologis dan respon emosi individual. Munculnya nyeri umumnya disebabkan oleh rangsangan mekanis, kimiawi atau fisik (kalor, listrik) yang dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan. Adanya nyeri juga merupakan salah satu bentuk respon protektif dan isyarat tubuh terhadap adanya gangguan atau kerusakan jaringan. Intensitas nyeri bervariasi dari ringan sampai berat, bersifat akut atau kronis, dengan respons individu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pengetahuan mengenai penyebab, lokasi, usia, penyakit terkait dan ambang toleransi nyeri.

"Extracorporeal Shockwave Therapy (Eswt)"

Nyeri yang telah berlangsung selama lebih dari enam bulan akan menunjukkan gejala kronis berupa keterbatasan gerak yang sangat mengganggu aktivitaskehidupan sehari-hari,pada dasarnya lebih sulit penanganannya.Untuk kasus nyeri kronis atau nyeri yang tidak sembuh dengan tindakan konservatif, maka perlu dipertimbangkan pemanfaatan gelombang kejut atau shock wave yang tercermin dalam penggunaan alat Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT).

Extracorporeal Shock Wave Therapyatau ESWT merupakan terapi non invasif dan non operatif dengan menggunakan transmisi gelombang kejut atau shock wave bertekanan tinggi yang dipancarkan dari luar tubuh untuk mengatasi rasa nyeri atau peradangan di sekitar persendian. Perasaan nyeri tersebut dapat disebabkan karena adanya pengapuran di sekitar sendi atau peradangan pada jaringan pengikat antara otot dan tulang (tendonitis).

Sejarah terapi non operatif dengan memanfaatkan shock wave dalam dunia medis sebenarnya diawali dengan penggunaan alat Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy atau ESWL yang digunakan untuk menghancurkan batu ginjal dari luar tubuh. Penggunaan ESWL inilah yang selanjutnya membuat para ahli mempunyai gagasan untuk melakukan pengembangan teknologi shock wave untuk jaringan tubuh lain yang kini dikenal dengan Extracorporeal Shock Wave Therapy atau ESWT. Sejak tahun 1991, ESWT sudah dipertimbangkan sebagai pilihan alternatif untuk mengatasi rasa nyeri atau peradangan yang berlokasi pada sistem otot tulang (muskuloskeletal) tanpa melalui proses pembedahan. Pada tahun 2001, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menyetujui penggunaan ESWT untuk mengatasi nyeri pada tulang dan tendon yang dialami pasien.

Aplikasi dari ESWT sering digunakan untuk menanggulangi masalah nyeri yang berkaitan dengan tempat perlekatan tendon atau ligamen sendi-sendi besar seperti sendi bahu (rotator cuff), sendi siku (epicondylitis atau tennis elbow), sendi panggul dan sendi lutut (tendinitis). Bagian badan lain yang sering dijadikan sasaran aplikasi ESWT adalah bagian kaki. Adapun beberapa contoh kondisi tertentu yang dapat diatasi dengan ESWT antara lain nyeri pada bagian bawah tumit (plantar fascitis), nyeri pada bagian belakang tumit (achilles tendonitis), nyeri pada bagian depan lutut, persis di bawah tempurung lutut (patellar tendonitis) yang disebabkan karena stres berulang pada tendon lutut sehingga dapat menyebabkan sobekan atau peradangan otot, nyeri pada tulang yang menonjol pada bagian samping pinggul (trocanterie bursitis), nyeri pada bagian luar atau dalam siku (tennis elbow) yang akan semakin terasa nyeri ketika mengangkat beban, nyeri dan pengendapan kalsium pada tendon bahu (calcific tendonitis) serta inflamasi kronis pada tendon bahu.

Penatalaksanaan ESWT pada pasien nyeri dimulai dari tahapan observasi dan rontgen pada titik-titik sendi yang mengalami nyeri. Jumlah dan kekuatan tegangan dari shock wave yang diberikan akan ditentukan oleh dokter dengan mempertimbangkan lokasi dan derajat nyeri serta tingkat keparahan dari penyakit yang diderita. Penentuan intensitas dari shock wave perlu dilakukan secara cermat sehingga diharapkan dapat menstimulasi proses penyembuhan tanpa merugikan jaringan tubuh lain. Pemberian shock wave dimulai dari intensitas terendah, dimana intensitas shock wave akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai intensitas yang ditargetkan. Selanjutnya shock wave akan dikonsentrasikan ke lokasi nyeri dengan durasi setiap tindakan berlangsung selama kurang lebih 15-30 menit. Frekuensi pelaksanaan terapi ESWT akan disesuaikan dengan progresivitas dari kondisi persendian pasien. Bagi pemula, umumnya pelaksanaan proses terapi akan menimbulkan perasaan sakit pada area kulit yang terpapar transmisi shock wave, akan tetapi hal ini tidak akan berlangsung lama.

Studi dasar telah menunjukkan berbagai efek pada jaringan tubuh yang menjalani ESWT, dimana di dalamnya terdapat keterlibatan mekanisme neovaskularisasi, stimulasi spesifik dari pertumbuhan tulang dan resorpsi atau pemecahan pengapuran pada daerah persendian. Transmisi yang masuk melalui ESWT merupakan suatu stresor mekanik berupa gelombang bertekanan tinggi, dekompresi dan regangan. Stresor mekanik yang diarahkan akan membentuk impuls energi yang menyebar dan menstimulasi aktivitas metabolik di daerah nyeri dan merangsang perbaikan aliran darah ke daerah yang mengalami peradangan sehingga menurunkan sensitivitas tubuh terhadap nyeri.

Pelaksanaan ESWT memiliki berbagai kelebihan diantaranya pasien tidak perlu menjalani rawat inap, pasien tidak perlu mengkonsumsi obat secara oral maupun injeksi serta hasil terapi dapat bertahan selama beberapa tahun tanpa pengulangan. Adapun target dari pelaksanaan ESWT adalah meminimalisasi dan menghilangkan rasa nyeri yang dialami pasien, relaksasi serta partisipasi pasien dalam menjalankan aktivitas tanpa adanya gangguan.

ESWT memang merupakan sebuah solusi, metode dan teknologi terapi baru untuk mengatasi sindrom nyeri yang mengkombinasikan ketepatan, kecepatan, keamanan dan efektivitas dengan tingkat komplikasi yang sangat rendah. Pelaksanaan ESWT terutama bermanfaat dalam menanggulangi kasus nyeri kronis, dimana jaringan tubuh sebelumnya tidak dapat atau tidak sanggup melakukan proses penyembuhan (healing). ESWT mampu memulai proses penyembuhan dalam keadaan cedera yang kronis dan mengembalikan proses penyembuhan ke dalam fase akut. Sampai saat ini, aplikasi ESWT untuk mengatasi gangguan pada nyeri terutama untuk kasus nyeri kronis sudah dimanfaatkan secara luas dengan tingkat kesuksesan mencapai 70% pada setiap kasus.

Walaupun penggunaan ESWT dirasa memiliki banyak keunggulan dan sangat efektif untuk mengatasi nyeri, tetapi untuk menghindari risiko kekambuhan nyeri maka pasien tetap disarankan untuk menjalani terapi non farmakologi seperti mengatur pola makan secara sehat dan teratur, mempertahankan daya tahan tubuh, menjaga fungsi saraf, mempertahankan berat badan ideal serta tetap berlatih agar otot tetap lentur dan massa tulang tetap padat sehingga tulang bisa memperoleh kemampuan untuk memperbaiki diri hingga mencapai usia tua.

Dengan adanya berbagai aspek positif yang dapat diperoleh melalui pemanfaatan ESWT, maka terdapat kemungkinan yang sangat besar bagi ESWT untuk menggantikan pelaksanaan operasi dalam mengatasi masalah nyeri kronis yang dialami pasien.

 
Other KIH News
November 28, 2016 : RSU Kasih Ibu Kenalkan Poli Infertilitas dan Inseminasi Melalui Seminar Medis
April 30, 2016 : Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) Hanya Ada di RS Kasih Ibu Denpasar
January 30, 2015 : RSU Kasih Ibu Denpasar Miliki Alat Medis IONM
August 28, 2014 : Operasi Implan Kini Bisa di RSU Kasih Ibu Denpasar
August 26, 2014 : ESWL Menghancurkan Batu Ginjal dari Luar Tubuh
   

Find Doctor
Specialist

Feedback
Name
Email Address
Comments
See All Feedback

 


Kasih Ibu Hospital
Home
News
Event
Article
Contact Us
Career
Facilities
Diagnostic Support Unit
ICU & ICCU
Radiology
International Division
Medical Checkup
Polyclinic
Emergency 24 Hour
FLOW OUTPATIENT
HOSPITAL PATIENT FLOW
Statistic
Visitor Today: 101
Total Visitors : 182094
Hits Today : 399
Total Hits : 866242
Online Visitors: 1
Contact Us
Denpasar
Jl. Teuku Umar 120 Denpasar Bali, Indonesia 80114
(0361) 3003030
-
-
Email : care@kasihibuhospital.com
Corporate Inquiry : ccr@kasihibuhospital.com

Copyright © 2009 - 2013 Kasih Ibu Hospital - Patient Safety and Service Excellence Is Our Priority  
Follow us on